REFRESH

NO POSTING….. GBU

Fenomena Alam : Gempa 8,9 SR dan Tsunami Dasyat Guncang Miyagi-Jepang, 11 Maret 2011.

United States Geological Survey (USGS) memperkirakan bahwa gempa Jepang terjadi pada pukul 13.46 waktu setempat. Pusat gempa diperkirakan ada di 130 km sebelah timur Sendai, Honshu atau 373 km tenggara Tokyo, pada kedalaman 24 km.Sebelumnya, gempa dilaporkan berkekuatan 7,9 Magnitude. Namun, laporan tersebut kemudian direvisi menjadi 8,9 Magnitude. Dilaporkan bahwa gempa ini merupakan salah satu yang terbesar selama 20 tahun terakhir.Gempa bumi mengguncang gedung-gedung di Tokyo, menyebabkan korban jiwa, kebakaran dan memicu timbulnya tsunami setinggi 4 meter, berdasarkan laporan NHK dan beberapa saksi. Peringatan tsunami setinggi 10 meter dikeluarkan.

Peringatan tsunami kini diperluas hingga ke wilayah pasifik Rusia, Filipina dan Indonesia. Sejauh ini dilaporkan 20 orang terluka di Tokyo setelah sebuah atap aula rubuh di sebuah sekolah saat pesta kelulusan berlangsung.

Sumber : Kompas.com

Kategori Badai Tropis …

Badai memiliki 5 skala kategori bernama “Saffir-Simpson Hurricane Scale”. Yang membedakan adalah intensitas anginnya. Sebenarnya klasifikasi badai ini digunakan untuk daerah belahan bumi barat siklon tropis yang melebihi intensitas depresi tropis dan badai tropis pada umumnya.

Baca artikel selengkapnya …

Awas Ada Badai !…

Berikut ini ada beberapa badai yang terkenal yang bisa menimbulkan bencana alam dengan efek yang paling parah dan merusak. Beberapa diantaranya pernah menghiasi pemberitaan sebagai salah satu badai yang menyebabkan kerusakan yang dasyat. Uniknya lagi, nama badainya tidak mencerminkan sesuatu yang berbahaya dan mengancam.

Inilah nama-nama badai  itu  :

1. Badai Ivan. Awalnya badai Ivan terbentuk dari badai tipe Cape Verde, lama-kelamaan berkembang menjadi badai dengan kategori 5, kategori terkuat dalam skala badai. Puncaknya badai Ivan terjadi di Meksiko, ukuran badai ini se kota Texas. Dia juga menimbulkan 117 tornado yang menyerang timur USA.

2. Badai  Isabel . Badai ini merupakan badai Atlantik paling mematikan pada tahun 2003. Badai Isabel terbentuk   dari gelombang tropis pada 6 September 2003 di Atlantik. Badai ini bergerak ke arah barat laut dan terus membesar. kecepatan angin saat itu mencapai 265 km/jam. Lalu, badai Isabel ini mengakibatkan tanah longsor di North Carolina dengan  kecepatan angin 165 km/jam.

3. Badai Katrina. Badai ini adalah siklon tropis yang sangat besar yang melanda tenggara Amerika Serikat pada 24-31 Agustus 2005. Lebih dari 200.000 km persegi wilayah tenggara USA terpengaruh badai ini (seukuran Britania Raya), termasuk Lousiana, Missisipi, Florida dan Georgia. Badai ini mengakibatkan matinya listrik yang mempengaruhi 1 juta jiwa.

4. Badai Jeanne. Badai ini paling mematikan di musim badai Atlantik pada tahun 2004. Badai Jeannemengakibatkan tanah longsor di Florida, menyapu bersih pulau Great Abaco dan Grand Bahama, dan juga mengakibatkan banjir di West Virginia dan New Jersey. Total korban jiwa mencapai 3.025 jiwa.

4. Badai Anggrek. Badai tropis Anggrek merupakan sirkulasi angin yang berputar dan bersumber dari wilayah tropis yang hangat. Badai ini terbentuk oleh 3 faktor yaitu suhu muka air laut hangat yang mengakibatkan penguapan air laut, pemusatan tekanan rendah badai dan rotasi bumi.

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Bumi Kita …

Fenomena Alam : Hujan Meteor Quadrantids Meriahkan Tahun Baru 2011 …

Tahun baru 2011 akan dimeriahkan hujan meteor. Jika langit cerah, hujan meteor yang bisa dilihat di seluruh dunia ini juga bisa disaksikan di Indonesia mulai sekitar pukul 01.00.
Hujan meteor Quadrantids yang akan terlihat di langit sebelah timur laut akan berlangsung mulai 1 hingga 5 Januari yang akan datang. Sementara Tiga hujan meteor lainnya akan terus berlangsung hingga 20 Januari.
Quadrantids sendiri adalah salah satu fenomena hujan meteor terindah dengan intensitas “hujan” di atas rata-rata. Hujan meteor yang bisa terlihat dengan mudah di awal Januari ini bisa mencapai 40 meteor setiap jam pada waktu puncaknya yang biasa terjadi pada tanggal 3 dan 4 Januari. Sedangkan pada tanggal lainnya diperkirakan sebanyak 15 meteor akan melesat setiap jamnya.
Waktu terbaik untuk menikmati hujan meteor Quadrantids adalah setelah lewat tengah malam hingga menjelang subuh dari tempat yang gelap. Para astronom menegaskan ukuran “gelap” dengan jarak 40 mil atau sekira 64,37 km dari cahaya lampu kota besar. Jika langit cerah dan syarat gelap itu terpenuhi, Anda tidak memerlukan teleskop ataupun teropong untuk melihatnya. Dengan mata telanjang saja hujan meteor ini dapat Anda nikmati.
Selain hujan meteor Quadrantids, tiga hujan meteor lain turun secara acak. Titik arah datang tiga hujan meteor yang belum diketahui namanya itu bisa datang dari mana saja dengan frekuensi yang relatif kecil, sekitar 10 meteor per jam.
Sumber  : National Geographic Indonesia.

Fenomena Alam : Samudra Baru Tengah Membelah Afrika

Samudra Baru di Tengah benua Afrika

Para geolog yang melakukan penelitian di wilayah Afar, Etiopia, mengatakan bahwa 10 juta tahun lagi samudra baru akan terbentuk. Samudra itu akan memecah Afrika menjadi dua bagian.

Proses terbentuknya samudra baru sebenarnya telah dimulai dari tahun 2005 lalu. Saat itu, retakan sepanjang 60 kilometer terbentuk di Etiopia. Dalam jangka waktu 10 hari saja retakan sudah melebar hingga 8 meter. Perkembangan retakan ini cukup mengejutkan karena secara teori, dalam kondisi normal, retakan selebar itu baru bisa tercapai dalam 230 tahun.

Retakan tersebut disebabkan oleh dorongan batuan lunak dan panas dari perut bumi. Menurut para ilmuwan, adanya dorongan dari dalam menyebabkan permukaan bumi retak. Dalam kurun waktu 5 tahun belakangan diketahui bahwa retakan terus melebar.

Sejauh ini, erupsi yang terjadi di bawah tanah masih terus berlangsung. Akibatnya, pada akhirnya wilayah Etiopia dan Somalia akan terpisah dari Benua Afrika. Ketika dua wilayah terpisah, akan terbentuk selat yang kemudian berkembang menjadi laut dan pada akhirnya samudra.

“Hasil retakan akan memisah semakin jauh. Bagian selatan Etiopia dan Somalia akan terpisah, menciptakan pulau baru. Dan, kita akan memiliki Afrika kecil dan pulau besar lainnya yang terapung di Samudra Hindia,” kata James Hammond, seismolog Universitas Bristol yang meneliti Afar.

Dr Tim Wright dari Universitas Oxford di Inggris mengatakan, “Ini hal yang sangat luar biasa.” Sebelumnya, ketika menemukannya pada tahun 2005, ia mengatakan, “Retakan ini akan terhubung dengan Laut Merah sehingga bisa terisi air dan membentuk samudra.”

Sumber : Kompas.com

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.